Blog - Yuka Dwi Bantara


Hei, Welcome to my blog. Please sit and enjoy. :)
Sprague Method - Rumus mengitung jumlah penduduk
``Sprague Method - Rumus mengitung jumlah penduduk`` diposting oleh Yuka.db pada 2013-06-17, 08:35:39 | Kategori : Umum
Sprague Method - Rumus mengitung jumlah penduduk

Sprague Method merupakan metode penghitungan jumlah penduduk based on single age yang di-interpolasi dari data jumlah penduduk based on five-year age group.

Gambar diatas merupakan Tabel Koefisien Sprague yang berisi koefisien pengali untuk setiap umur. Koefisien yang biasa dipakai ada di kolom "B. FOR SUBDIVISION OF GROUPS INTO FIFTH", yang first panel untuk mem-break down dari klp umur 0-4, "next to first panel" utk klp umur 5-9, Middle Panel utk klp umur 10-64, Next to last panel utk 65-69, dan last panel utk kelp 70-74.

Gimana cara makainya? Misal, Kalau mau interpolasi jumlah penduduk umur 7 tahun, maka koefisien pengalinya diambil dari Next to First Panel (krn umur 7 ada di klp 5-9 thn). Lalu baris yg dipilih adalah yang "Third fifth of G2" (karena 7 adalah angka ketiga dalam urutan klp umur 5-9 tahun). Lalu, kalau data jumlah penduduknya dimulai dari kelompok umur 0-4 thn, lalu 5-9 thn, 10-14 thn, dst s/d 75+, maka jumlah penduduk klp 5-9 tahun (letak si umur 7) akan menjadi pengali koefisien G2, sehingga jumlah penduduk umur 0-4 tahun akan menjadi pengali koefisien G2, jumlah penduduk umur 10-14 tahun menjadi pengali koefisien G3, dan jumlah penduduk umur 15-19 tahun menjadi pengali koefisien G4.

Rumusnya:
jumlah penduduk umur 7 tahun = (-0.0080 x jumlah penduduk umur 0-4 tahun) + (0.2160 x jumlah penduduk umur 5-9 tahun) + (-0.0080 x jumlah penduduk umur 10-14 tahun) + (0.000 x jumlah penduduk umur 15-19 tahun).

Contoh lain: Interpolasi jumlah penduduk umur 1 tahun. Koefisien pengali diambil dari First Panel (karena umur 1 ada di klp 0-4 tahun), baris yang dipilih adalah second fifth of G1 (karena umur 1 adalah urutan ketiga dari umur 0-4 tahun). Jumlah penduduk umur 0-4 tahun akan menjadi pengali koefisien G1 (karena tidak adalagi kelompok umur sebelum 0 tahun), dst. Maka rumusnya sbb:

Jumlah penduduk umur 1 tahun = (+2640 x jumlah penduduk umur 0-4 tahun) + (-0.960 x jumlah penduduk umur 5-9 tahun) + (+0.0400 x jumlah penduduk umur 10-14 tahun) + (-0.008 x jumlah penduduk umur 15-19 tahun).

COntoh lain lagi....: Interpolasi jumlah penduduk umur 16 tahun. Koefisien pengali diambil dari Middle panel (karena 16 ada di kelompok umur 10-64 tahun), lalu dipilih baris "Second fifth of G3" karena 16 adalah angka ke-2 dari urutan dalam kelompok umur 15-19 tahun. Lalu jumlah penduduk kelompok umur 15-19 tahun ini akan menjadi pengali dari koefisien G3, jumlah penduduk kelompok umur sblmnya, yaitu 10-14 tahun akan menjadi pengali dari koefisien G2, lalu jumlah penduduk kelompok umur 5-9 tahun menjadi pengali koefisien G1. Kemudian jumlah penduduk kelompok umur diatas 15-19 tahun, yaitu umur 20-24 tahun akan menjadi pengali koefisien G4, dan jumlah penduduk umur 25-29 tahun menjadi pengali koefisien G5. Rumusnya :

Jumlah penduduk umur 16 tahun = (-0.0016 x jumlah penduduk umur 5-9 tahun) + (+0.0144 x jumlah pednuduk umur 10-14 tahun) + (0.2224 x jumlah penduduk umur 15-19 tahun) + (-0.0416 x jumlah penduduk umur 20-24 tahun) + (+0.0064 x jumlah penduduk umur 25-29 tahun).

Kelemahan metode ini yang jelas adalah problem of under or over estimation dalam mengestimasi jumlah penduduk! Dan ternyata metode ini sudah "out of date" di kalangan demografer karena akses untuk data mentah makin mudah. Jadi kalo butuh data single-age, ya langsung ditabulasi dari data sensus/survey.

Source: Shryock & Siegel, 1980, Methods and Materials of Demography.

Minggu, 20 April 2014
Pengunjung :

004054

Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 2449

Hits hari ini : 1
Total Hits : 4054

Online: 1


Copyright © 2013. Yugies, Inc.
Blog oleh Yuka Dwi Bantara.